Minggu, 23 Maret 2014

Menikmati Kampanye

No comments

Brp rupiah bbm yg d boroskan
Brp byk energi yg d mubazirkan
Brp jam macet yg d hasilkn,rugi fisik rugi psikis
Brp polusi yg d hasilkan,suara udara
Ahh alangkah bodohya negeri ini
Maap ini pendapatku,apa pendapatmu...
*ngomong kampanye
*miris

Beberapa rangkaian kata di atas merupakan status yang dibagikan oleh teman yang mempunyai profesi sama dengan diri penulis, yaitu pendidik di Madrasah Aliyah. Tulisan beliau yang kemudian menumbuhkan keinginan penulis untuk mengirim posting ini adalah kalimat pada urutan baris ke-3 (tiga) dari bawah: "Maap ini pendapatku,apa pendapatmu...". Ya, beliau menginginkan pendapat dari individu yang menjalin pertemanan dan kebetulan membaca tulisan tersebut.

Komentar saya:
Menurutku, tidak ada yang menjadi persoalan ketika tetap menjaga sopan santun [&] etika berlalu lintas. Bagaimanapun kampanye terbuka perlu dimanfaatkan oleh partai untuk menunjukkan kekuatan sbg pertanda eksistensi dan soliditas partai yang bersangkutan. 

Tanggapan beliau:
Status sy berasal dr pertanyaan pak
Skrg muncul pertanyaan br
Spt yg jnengan tulis

Sopan kah,beretika kah
Hmmm....


Komentar saya:
Kalau menurut Bu Sri, Apakah tidak bisa menemukan massa peserta kampanye yang tetap menjaga sopan santun etika berlalu lintas?
Kalo menurutku, Meskipun sebagian [besar] kurang bisa menjunjung etika dan sopan santun berlalu lintas, tp tetap ada massa peserta kampanye dr sebagian [kecil] partai yg sopan. Merekalah yang telah berhasil melakukan pendidikan politik santun kepada anggotanya dan masyarakat. 


Tanggapan beliau:
Maap pak Arfi Nurdiyantoro observasi sy blm maks jd blm bs menemukan spt yg jnengan bilang,ato malah sy sudah apatis n gk respek krn toh yg lbh byk tk temukan hy yg negatif aj,hehehee

########
Menurutku, "kemirisan" yang muncul ketika membicarakan kampanye tidak hanya pada saat prosesi di jalan raya. Realita masih banyaknya peserta kampanye yang melakukan konvoi di jalan raya tanpa menunjung tinggi etika dan sopan santun berlalu lintas memang tidak bisa dipungkiri. Kebisingan yang tercipta, ugal-ugalan, tanpa menggunakan helm. Tetapi ada persoalan yang lebih memprihatinkan yang akan berdampak sistemik terhadap kelanjutan perjalanan bahtera Indonesia; yaitu proses jual beli suara selama kampanye. Jual beli suara yang dilakukan oleh partai yang baik dan terpercaya masih bisa diterima akal. Namun, ketika yang melakukan transaksi adalah partai (dan caleg) yang tidak baik dan akhirnya mengkhianati, maka itulah yang merusak bangsa. [Dan, semoga partai dan caleg 'busuk' tidak ada di negeri tercinta]. Selain jual beli suara, masih ada saja yang tidak peduli dengan pelaksanaan pemilu. Orang baik bisa jadi tidak berkesempatan untuk membangun negeri. Ini lebih mengerikan!

Banyak orang yang berhati nurani baik, tetapi tidak terlalu peduli dengan proses pemilu. Mereka hanya melihat [atau bahkan melihat pun tidak] orang-orang yang berambisi kekuasaan sedang saling berebut kekuasaan. Tidak dibenarkan menyesal; jika pada akhirnya kesejahteraan menjauh karena korupsi mewabah. Ini bisa saja terjadi ketika orang yang baik tidak lagi peduli. Bukankah tidak semua partai buruk? Sering penulis mendengar ungkapan bahwa POLITIK ITU KOTOR. Benar, politik itu kotor jika hanya semata berorientasi pada kekuasaan. Namun, POLITIK BISA INDAH jika berorientasi untuk melayani; kekuasaan yang didapatkan dari proses politik kemudian digunakan secara baik untuk menghadirkan kemaslahatan masyarakat.

Jika kita mempunyai asa terhadap perbaikan negeri, maka kita semaksimal mungkin untuk terlibat dalam proses untuk menghadirkan pemimpin adil sejati. Bagaiman caranya? Bergabung dalam gerakan Golput (golongan putih) adalah jalan yang bisa dilalui. Golput disini adalah gerakan untuk memilih partai (dan caleg) yang putih (bersih-red). Golput bisa memperbaiki bangsa lho [baca disini]. Selamat menikmati kampanye [&] selamat memilih pada Rabu Pon 9 April 2014.

R[S]J

0 komentar:

Posting Komentar

Entries RSS Comments RSS

Waktu Kita

Terimakasih

Pages


Copyright © Catatan Pasien Rumah [Sehat] Jiwa
Powered by Blogger
Distributed By Free Blogger Templates | Design by N.Design Studio
Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com